Pola Spasial Kasus Malaria dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Moh.Guntur Nangi).


Malaria masih merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Sekitar 49,6% atau hampir separuh penduduk Indonesia tinggal di wilayah risiko tinggi penularan penyakit malaria. Prevalensi Malaria klinis dikabupaten Mamuju tahun 2007 sebesar 3,5% diatas angka nasional.

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pola spasial epidemiologi kasus malaria di Kecamatan Mamuju tahun 2008 dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam rangka pemetaan wilayah distribusi kasus malaria yang dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam perencanaan pencegahan dan pemberantasan penyakit malaria di Kecamatan Mamuju.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional (potong lintang) dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan, mengeksplorasi, memilah-milah data, dan menganalisis data secara spasial. Populasi adalah seluruh kasus malaria di kecamatan Mamuju tahun 2008. Sampel kasus adalah seluruh penderita malaria yang memenuhi kriteria sebanyak 266 orang.

Analisis pola spasial menunjukkan stratifikasi daerah sangat rawan malaria di kecamatan Mamuju yaitu pada kelurahan Karampuang, Rimukku, dan Binanga, adanya tren/ kecenderungan kasus pada daerah ketinggian 51-100 meter sebanyak 224 kasus (84,2%), daerah bantaran sungai dengan zona buffer 3 km sebanyak 51 kasus (19,1%),karakteristik pada daerah pinggir pantai atau laguna  dengan zona buffer 3 Km sebanyak 56 kasus (21%) dan akses/keterjangkauan unit pelayanan kesehatan (Puskesmas) terhadap kasus malaria 0 – 5 Km sebanyak 26 kasus (9,7%). Kekhususan pola spasial kasus malaria di kecamatan Mamuju yaitu cenderung pada karakteristik wilayah dataran rendah dan daerah pinggir pantai atau laguna. Diharapkan bagi Puskesmas di wilayah kerja kecamatan Mamuju dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju agar meningkatkan strategi penanggulangan khususnya pada daerah-daerah angka kejadian malaria tinggi dengan karakteristik geografis yang mendukung penyebaran malaria di Kabupaten Mamuju.

Kata Kunci : Kasus Malaria, Sistim Informasi Geografis (SIG), Pola Spasial



7 thoughts on “Pola Spasial Kasus Malaria dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Moh.Guntur Nangi).

  1. ka’ sy mahasiswa jurusan epid juga….ka’ bisa minta tolong peta digital kabupaten mamuju..soalnya sy juga penelitian tentang pemetaan malaria tapi di kecamatan tapalang…

  2. Kuliah dmna..? Kalo peta digitalnya bisa beli d’badan pertanahan mamuju, sya cuma pnya peta kabupaten mamuju secara keseluruhan tp ndak ada batas daerah tuk masing2 kecamatan….Kalo mau nanti d’kirimkan…

  3. klw data spasial yang dibutuh dari kasus malaria apa aja sih,kk??
    n perancangan manajemen basisdata nya seperti apa…
    Thanx ya…

  4. tergantung ama variabel pnelitianx, biasax pake data elevasi, kontur, kalo perlu dengan data vegetasinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s