NUR ULMY MAHMUD. Faktor risiko kejadian kematian neonatal dini di rumah sakit bersalin kota Makassar tahun 2009.


Kematian bayi diseluruh dunia diperkirakan 11 juta setiap tahun, 66 persen kematian bayi tersebut terjadi pada masa neonatal dan sisanya terjadi pada umur satu minggu pertama kehidupan (neonatal dini). Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi dibanding negara Asean lainnya. Angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 2003 sebesar 35 per seribu kelahiran hidup dan angka kematian neonatal sebesar 25 perseribu kelahiran hidup. Lima puluh persen dari kematian neonatal terjadi pada BBLR dan kematian bayi baru lahir sampai umur 7 hari lebih dari 50 persen dari kematian bayi.

Penelitian menggunakan Metode penelitian case control study melalui wawancara langsung dengan responden. Bertujuan  untuk mengetahui besarnya risiko kematian neonatal dini berdasarkan faktor ANC, status imunisasi TT ibu hamil, anemia pada saat hamil, berat badan lahir, status paritas dan status hipotermia. Penelitian ini dilaksanakan di RS Bersalin kota Makassar sebanyak 40 kasus dan 120 kontrol. Penentuan sampel ibu yang hamil dilakukan secara purposive sampling.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian kematian neonatal dini adalah ANC (nilai p = 0,000; OR = 7,333; CI 95% 2,966-18,129), status imunisasi TT ( nilai p = 0,000; OR = 19,205; CI 95% 7,902-46,678), anemia ibu hamil (nilai p = 0,000; OR = 32,818; CI 95% 7,549-142,674), berat badan lahir (nilai p = 0,000; OR = 122,212; CI 95% 32,324-462,068), status paritas (nilai p = 0,000; OR = 5,537; CI 95% 2,029-15,111), status asfiksia (nilai p = 0,000; OR = 8,197; CI 95% 0,452-2,745) sedangkan bukan merupakan faktor risiko kejadian kematian neonatal dini adalah status hipotermia (nilai p = 0,815; OR = 1,114; CI 95% 3,646-18,428). Hasil uji regresi logistic didapatkan bahwa berat badan lahir bayi merupakan factor  yang paling berisiko terhadap kejadian kematian neonatal dini dengan nilai p = 0,000)

Pemberian dukungan nutrisi kepada ibu hamil merupakan prioritas untuk mengurangi risiko kematian neonatal dini, audit kematian neonatal dini perlu dilakukan secara berkesinambungan di tingkat pelayanan primer dengan melibatkan lintas sektor, mengingat banyak data kematian neonatal dini tidak tercatat, maka kegiatan surveilans khusus pada neonatal risiko tinggi perlu dilakukan di seluruh puskesmas maupun rumah sakit bersalin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s