HERI PAERUNAN. Perbandingan Diagnosis Malaria Klinis dan Pemeriksaan Mikroskopis di Puskesmas Bunta Kabupaten Banggai Tahun 2009 Oktober 28, 2010
Posted by mohamadguntur in Artikel KEsehatan, Hasil Penelitian, Kumpulan Jurnal Epidemiologi.add a comment
Penyakit malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia terutama di negara sedang berkembang pada kawasan tropik dan subtropik. Di Indonesia sampai saat ini angka kesakitan penyakit malaria masih cukup tinggi terutama di luar daerah Jawa dan Bali. Secara khusus di Puskesmas Bunta Kabupaten Banggai, insiden malaria tahun 2008 masih tinggi (AMI) sebesar 109,9‰.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan hasil diagnosis malaria klinis dengan pemeriksaan mikroskopis, (2) mengetahui hubungan antara gejala dan tanda klinis malaria terhadap hasil pemeriksaan mikroskopis, (3) mengetahui dan mendapatkan gejala dan tanda klinis malaria yang paling berhubungan dengan pemeriksaan mikroskopis.
Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bunta Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan design cross sectional study dengan mewawancarai dan mengambil sediaan darah penderita suspek malaria sebanyak 150 orang sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan di Puskesmas (PCD) dan di rumah penduduk (ACD). Data dianalisis dengan program SPSS secara univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (logistik regresi berganda).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita malaria klinis yang positif berdasarkan pemeriksaan mikroskopis (SPR) sebanyak 52%. Gejala dan tanda klinis malaria yang berhubungan denga pemeriksaan mikroskopis adalah menggigil, sakit kepala, nyeri otot/tulang, pusing, demam berdasarkan pengukuran suhu, anemia, dan splenomegali. Gejala klinis yang paling berhubungan dengan pemeriksaan mikroskopis adalah sakit kepala, sedangkan tanda klinis yang paling berhubungan dengan pemeriksaan mikroskopis adalah splenomegali. Diagnosis klinis malaria dapat dijadikan sebagai alternatif diagnosis penyakit malaria bagi daerah endemis yang mempunyai keterbatasan dalam hal pemeriksaan mikroskopis.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN FLU BURUNG PADA PETERNAKAN UNGGAS RAKYAT KOMERSIAL DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG 2007-2009 Oktober 28, 2010
Posted by mohamadguntur in Artikel KEsehatan, Hasil Penelitian, Kumpulan Jurnal Epidemiologi.add a comment
FAKTOR RISIKO KEJADIAN FLU BURUNG PADA PETERNAKAN UNGGAS
RAKYAT KOMERSIAL DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG 2007-2009
oleh Muhlis Natsir, A.Zulkifli Abdullah dan Ridwan M.Thaha
ABSTRACT
MUHLIS NATSIR. Risk Factors Avian Influenza In Poultry Farming of Commercial Sidrap
Regency Year 2007-2009. (Supervised by A. Zulkifli Abdullah and Ridwan M. Thaha).
Bird flu or Avian Influenza (AI) is a contagious disease that can infection all types of
birds, humans, pigs, horses and dogs and is caused by Avian Influenza virus type A of the
Orthomyxoviridae family. Bird flu virus is zoonosis and it has a high mutation rate, so that this
disease has a social impact, economic and political big enough.
This study aims to analyze some of the risk factors bird flu outbreak in commercial
layer poultry farm in the District Sidrap years 2007-2009.
Research design used was analytical observasional Case Control Study. Research in April – May
2009. Elections sample purposively sampling of 136 poultry farm layer consisting of 68 sample
cases as livestock and animal husbandry as 68 control samples. Data analyzed with the test Odds
Ratio (OR) and logistic regression with convidence interval 95% (α = 0.05).
Results of this research show that the breeder has knowledge OR 4.371 (CI = 2.089 – 9.144);
environmental hygiene pen OR 2.460 (CI = 1.128 – 5.366); hygiene personnel cage OR 10.086
(CI = 4.182 – 24.327); interval enclosure OR 4.218 ( CI = 2.042 – 8.713); distance pen OR 2.962
(CI = 1.366 – 6.420) System maintenance is not contemporary OR 8.907 (CI = 3.907 – 18.407)
and the existence of wild animals OR 1.436 (CI = 0.621 – 3.320). From the results of the research
conclude that the personnel cage, cage environmental hygiene, hygiene of personnel cage, cage
rest time, distance, and system maintenance shed that is not contemporary risk factors is a bird
flu outbreak. Hygiene of personnel is the enclosure of most risk factors for bird flu outbreak.
Biosekurity conducted in each period of maintenance to prevent the risk of transmission disease
agents, and conducted further research on the mechanism for their role factor in the cause of the
spread of bird flu virus, and socialization to the farm in order to perform decontamination
personnel cage at the time of entry and exit enclosure.
Keywords: Avian Influenza, case control, people of a commercial poultry farm
