Salah satu perkembangan SIG yang menarik adalah epidemiologi spasial (spatial epidemiology). Menurut Elliot dan Wartenberg (2004) dalam Spatial Epidemiology :current Approaches and Future Challenges”, spasial epidemiologi adalah ilmu untuk mendeskripsikan dan menganalisis keragaman geografis pada penyakit dengan memperhatikan dimensi geografis, lingkungan, prilaku, sosial ekonomi, genetika dan faktor risiko penularan. (More …)
Latest Updates RSS
-
mohamadguntur
-
mohamadguntur
Berikut ini adalah kumpulan soal bonus prediksi CPNS 2008 dari CPNSONLINE, bagi qm mau yang pengen download silahkan klik saja. untuk memudahkan anda mempelajarinya sebaiknya soal
soal-bonus-kumpulan-soal-pancasila
-
mohamadguntur
Survailans ibarat sebuah nyawa bagi ilmu epidemiologi. Hasil Survailans digunakan sebagai perencanaan untuk semua kegiatan pencegahan penyakit dimasyarakat. Berikut ini mungkin bisa memberikan pengetahuan awal kita mengenai “Mengapa Survailans Itu Penting”. Sebelumnya saya mohon maaf karena file ini saya peroleh dari materi kuliah saya di Pascasarjana UNHAS dan semoga berguna untuk kemajuan kesehatan masyarakat. VIVA PUBLIC HEALTH. (More …)
-
mohamadguntur
-
mohamadguntur
-
mohamadguntur
-
mohamadguntur
Benarkah Radiasi Ponsel?Ganggu Kesehatan?
Pancaran gelombang elektromagnetik pada telepon seluler kini sering dijadikan alasan sebagai penyebab terjadinya kanker. Namun selalu saja muncul bantahan terhadap masalah tersebut karena nyatanya penggunaan ponsel tetap aman-aman saja hingga saat ini.
Bagi kebanyakan masyarakat, ponsel sudah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan kita. Dari hari ke hari jenisnya semakin bertambah dengan kemampuan yang juga semakin meningkat. Banyak perusahaan?jasa telepon seluler belakangan ini menggunakan frekuensi 1.800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan frekuensi sebelumnya yang hanya 900 MHz. Banyak keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan frekuensi tinggi, khususnya perambatan gelombang. Selain itu, pada frekuensi 1.800 MHz saluran yang tersedia juga lebih banyak. Namun, keadaan tersebut sebaiknya harus kita waspadai sejak dini.
Banyak pemakai ponsel yang resah dengan isu ancaman kesehatan akibat ponsel. Contoh isu tersebut yaitu radiasi ponsel diduga dapat menyebabkan tumor otak, namun hasilnya belum diketahui secara pasti hingga kini. Tudingan lainnya yaitu ponsel dianggap dapat mengganggu peralatan mesin pacu jantung dan alat bantu pendengaran.
Hasil penelitian membuktikan adanya dua penyebab terjadinya kasus tersebut. Yang pertama dituding adalah electromagnetic compatibility (EMC). Emisi energi dari ponsel memang dapat mengganggu peralatan elektronik, seperti alat pacu jantung dan alat bantu pendengaran. Kedua, gangguan datang dari electromagnetic radiation (EMR), yang diduga menyebabkan penyakit kanker. Penelitian yang dilakukan di University of Washington, pada tahun 1996 menemukan bahwa EMR dalam bentuk energi gelombang mikro rendah (seperti yang dihasilkan ponsel) dapat merusak struktur DNA.
Memang, dampak besar gelombang yang timbul akibat penggunaan ponsel masih menjadi perdebatan hingga kini.?Perdebatan kasus tersebut?berlangsung terus-menerus dan tanggapan para ahli yang silih berganti terkadang membuat kita menjadi bingung. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dampak gelombang elektromagnetik dari ponsel sebenarnya tidak berbahaya asalkan pancarannya kecil. Namun, seberapa kecil ukuran pancaran itu, masih belum jelas hingga kini. Setidaknya kita harus lebih waspada untuk menyikapi kasus tersebut.
Diposting dari :infosehat.com
-
mohamadguntur
-
mohamadguntur
Makan Daging Sapi dan Berkurangnya Sperma
jdokter- Konsumsi daging sapi oleh perempuan selama hamil dapat merubah perkembangan testis uterus pada anak laki-laki dan membahayakan kemampuan reproduktif dimasa yang akan datang, demikian laporan para peneliti.
-
mohamadguntur
Hipertensi pada wanita hamil berresiko timbulkan Gangguan Kardiovaskuler pada Usia Tua Jdokter/healthdaynews — Tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat merupakan ancaman timbulnya stroke atau gangguan kardiovaskuler lainnya ketika usia lanjut, demkian laporan para peneliti.
Mayo Clinic Rochester, Minn., menemukan bahwa 50% dari wanita hamil dengan tekanan darah tinggi, setelah mereka berusia 52 tahun berkembang menjadi tekanan darah tinggi. Disisi lain ada anggapan bahwa hipertensi pada wanita hamil berpengaruh kecil setelah mereka melahirkan anak-anaknya,
Hal ini bertentangan dengan 50% wanita yang tidak mempunyai hipertensi selama hamil menjadi hipertensi setelah berusia 60 tahun.
Dr. Garovic mengidentifikasi 4782 wanita dari peserta yang mengikuti the Family Blood Pressure Program yang mana terdapat dua atau lebih saudara kandung yang mempunyai peningkatan tekanan darah tinggi sebelum berusia 60 tahun. Dia kemudian meninjau ulang catatan mereka, memeriksa dengan teliti kesehatan selama hamil.